Perjalanan seringkali membawa banyak pengalaman berharga, tetapi juga tidak lepas dari risiko, termasuk ancaman penipuan. Baru-baru ini, seorang pembuat konten perjalanan asal India, Komal Maheswari, menceritakan pengalaman kurang menyenangkan ketika ia menjadi korban penipuan oleh seorang sopir taksi di Kazakhstan.
Menurut Maheswari, sopir taksi tersebut awalnya mengutip tarif sebesar 1.000 Tenge (sekitar Rp170 ribu), namun saat tiba di tujuan, dia ditagih hingga 77.000 Tenge (sekitar Rp13 juta). “Kalau saya bepergian sendirian, saya biasanya memesan taksi terlebih dahulu, tapi kali ini saya tidak melakukannya. Saya baru saja tiba di negara yang baru dan terlalu senang hingga lupa waspada. Saya tidak menyangka bisa langsung tertipu seperti ini!” ujarnya dalam sebuah unggahan yang menceritakan kejadian tersebut.
Menghindari Penipuan Selama Perjalanan: Tips dari Pakar
Mengetahui berbagai jenis penipuan yang sering terjadi di tempat tujuan dan cara menghindarinya bisa membuat perjalanan lebih aman dan menyenangkan. Anjali Gupta, Direktur Y Not Travel, memberikan beberapa tips penting: “Saat bepergian ke luar negeri, aktifkan roaming internasional di ponsel Anda dan hindari mengandalkan kartu SIM lokal. Unduh aplikasi penting yang terhubung dengan kartu kredit atau debit Anda. Pilihlah hotel yang terpercaya, terutama di negara-negara yang berkembang, meski mungkin biayanya lebih tinggi.”
Penipuan Umum Saat Bepergian ke Luar Negeri
Berdasarkan pengalaman lebih dari 40 tahun di dunia perjalanan, Anjali Gupta menyebut beberapa penipuan umum yang perlu diwaspadai:
Strategi Menghindari Penipuan Saat Bepergian
Gupta menyarankan beberapa strategi untuk meminimalkan risiko: “Rencanakan rute Anda terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi, pilih layanan transportasi online untuk transparansi dan keamanan, dan selalu bawa uang dalam pecahan kecil. Jika taksi tidak menggunakan argo, sepakati tarif di awal.”
Transportasi umum biasanya lebih aman dan murah. Selalu jaga barang-barang Anda di area ramai, simpan nomor darurat lokal, dan pilih layanan transportasi yang terpercaya.
“Hindari tawaran yang mencurigakan dari pengemudi di bandara atau tempat wisata. Gunakan jalur resmi dan tetap terhubung dengan internet untuk mengakses peta serta alat penerjemah. Percayai insting Anda – jika merasa ada yang tidak beres, segera cari alternatif lain dan utamakan keselamatan,” tambahnya.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Penipuan
Mencari Bantuan:
Memulihkan Kerugian:
Dengan persiapan yang tepat dan waspada, Anda bisa menikmati perjalanan dengan lebih aman dan tenang. Tetaplah waspada, rencanakan perjalanan Anda dengan cermat, dan percayai insting Anda untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan.
Apakah kamu pernah membayangkan bisa bekerja sambil menjelajahi dunia? Gaya hidup nomaden, yang menggabungkan kebebasan…
Louis Vuitton adalah brand mewah yang sudah mendunia, dikenal dengan koleksi tas yang elegan dan…
Memiliki gaya hidup sehat bukan hanya tentang menjaga pola makan atau rutin berolahraga, tetapi juga…
Pemain timnas Indonesia bukan hanya jago di lapangan hijau, tetapi juga memiliki gaya hidup yang…
Brand mewah selalu berubah seiring waktu. Apa yang populer kemarin bisa jadi sudah tergeser. Brand…
Siapa yang tidak ingin bahagia? Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya, tetapi kadang kita…